A. PENGERTIAN PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF DAN MENYENANGKAN
Dryden dan Voss (1999) mengatakan bahwa belajar akan efektif jika suasana pembelajarannya menyenangkan. Seseorang yang secara aktif mengkonstruksi pengetahuannya dan memerlukan dukungan suasana dan fasilitas belajar yang maksimal. Suasana yang menyenangkan dan tidak disertai suasana tegang sangat baik dan mendukung untuk membangkitkan motivasi belajar. Anak-anak pada dasarnya belajar paling efektif pada saat mereka sedang bermain atau melakukan sesuatu yang mengasyikkan. Artinya belajar paling efektif jika dilakukan secara aktif oleh individu tersebut.
Hakikat pembelajaran yang efektif adalah proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik, namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik, kecerdasan, ketekunan, kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka.
Pembelajaran efektif juga akan melatih dan menanamkan sikap demokratis bagi siswa dan juga dapat menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan sehingga memberikan kreatifitas siswa untuk mampu belajar dengan potensi yang sudah mereka miliki yaitu dengan memberikan kebebasan dalam melaksanakan pembelajaran dengan cara belajarnya sendiri.
Salah satu hal yang harus dikedepankan dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan adalah menyertakan partisipasi siswa di dalam kelaS.Selain untuk membangun komunikasi dengan siswa, pengajar juga dapat mengetahui apa yang menjadi kebutuhan bagi para siswa. Jika situasi ini tak terbangun, bisa jadi siswa akan merasa canggung berbicara dengan guru dan komunikasi tidak akan berjalan baik. Akibatnya, pengajar juga akan mengalami kesulitan untuk mengetahui apa yang menjadi keinginan siswa.
B. Usaha-usaha yang di Tempuh dalam Manajemen Kelas Sehingga Dapat Meningkatkan Efektifitas Proses Belajar Mengajar
Untuk meningkatkan efektifitas proses belajar mengajar ada 5 langkah yang ditempuh dalam proses manajemen kelas yang efektif
1. Menentukan Kondisi Kelas Yang Diinginkan
Langkah pertama dalam proses manajemen kelas yang efektif adalah menentukan kondisi kelas yang ideal. Guru perlu mengetahui dengan jelas dan mendalam tentang kondisi-kondisi yang menurut penelitiannya akan memungkinkan mengajar secara efektif.
Di samping itu guru hendaknya menyadari perlunya terus menerus menilai manfaat pemahamannya dan mengubahnya apabila keadaan sesuai adalah:
a. Guru tidak memandang kelas semata-mata hanya sebagai reaksi atas masalah yang timbul.
b. Guru akan memilih seperangkat tujuan yang mengarahkan upayanya dan menjadi tolak ukur penilaian atas hasil upayanya.
2. Menganalisis kondisi kelas yang nyata.
Setelah menentukan kondisi kelas yang diinginkan, guru selanjutnya menganalisis keadaan yang ada yakni membandingkan keadaan yang nyata dengan keadaan yang diharapkan kemudian menentukan kondisi dengan keadaan yang diharapkan, dengan demikian kondisi ini memungkinkan guru mengetahui :
a. Kesenjangan antara kondisi sekarang dengan yang diharapkan kemudian menantikan kondisi yang perlu di perhatikan segera dan mana yang dapat diselesaikan kemudian, dan mana yang memerlukan pemantauan.
b. Masalah yang mungkin terjadi yakni kesenjangan yang mungkin timbul jika guru gagal mengambil tindakan pemecahan.
c. Kondisi sekarang yang perlu dipelihara dan dipertahankan karena dianggap sudah baik.
3. Memilih dan menggunakan strategi pengelolaan.
Guru yang efektif adalah guru yang menguasai berbagai strategi manajerial yang terkandung dalam berbagai pendekatan manajemen kelas dan mampu memilih serta menggunakan strategi yang paling sesuai dalam situasi tertentu yang telah dianalisis sebelumnya, proses pemilihan ini dapat dianggap suatu kerja komputer, guru memeriksa strategi-strategi yang tersimpan dalam sel-sel komputer dan memilih strategi yang memberikan harapan untuk meningkatkan kondisi yang dianggap sesuai.
Menilai efektifitas pengelolaan Dalam tahap ini guru menilai efektifitas pengelolaannya artinya dari waktu ke waktu guru harus menilai sejauh mana keberhasilan memelihara dan menciptakan kondisi yang sesuai. Proses penilaian ini memusatkan perhatian kepada dua perangkat perilaku. Perilaku pertama adalah perilaku guru dalam arti sejauh mana guru telah menggunakan perilaku manajemen yang direncanakan akan dilakukan. Perilaku kedua adalah perilaku peserta didik, yaitu sejauh mana peserta didik berperilaku yang sesuai. Yakni apakah mereka telah melakukan apa-apa yang diharapkan untuk dilakukan.
DAFTAR PUSTAKA
Pusat Kurikulum, Badan Penelitian dan Pengembangan, Kegiatan Belajar Mengajar yang efektif, Jakarta: Depdiknas, 2003
Sangat membantu kak
BalasHapusSangat bermanfaat kakak, semoga bisa kita terapkan di lapangan nantinya🙏
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusBagus sekali kakkkk
BalasHapusSangat bermanfaat👍
BalasHapusMaterinya sangat bermanfaat kak
BalasHapusMaterinya sangat bagus kak
BalasHapusTerimakasih ���� Sangat bermanfaat ����
BalasHapusBermanfaat sekali 🙏
BalasHapusSangat bagus sekali materinya kak
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusTerimakasih sangat membantu
BalasHapussangat membantu
BalasHapusTerimakasih kak. Sangat membantu sekali.
BalasHapusMaterinya sangat bermanfaat kak
BalasHapusMntap atas ilmu nya gays
BalasHapusSangat membantu sekali
BalasHapusSangat bermanfaat kak,terima kasih
BalasHapusMateri nya bagus dan sangat membantu
BalasHapusSangat bermanfaat kak
BalasHapusBagus sekali kak.sangat membantu
BalasHapusSangat bermanfaat 👍
BalasHapusBermanfaat sekali 😊
BalasHapusMaterinya bagus👍
BalasHapus