Senin, 29 Juli 2019

TUGAS 2 MANAJEMEN KELAS DI SD

MANAJEMEN PEMBELAJARAN

A. Manajemen Pembelajaran

1. Pengertian Manajemen pembelajaran
     Dalam dunia pendidikan manajemen pembelajaran menduduki peranan yang sangat penting. Karena, pada dasarnya manajemen pembelajaran ialah pengaturan semua kegiatan
pembelajaran yang dikategorikan dalam kurikulum inti mapun penunjang.
Manajemen berasal dari kata to manage yang artinya mengatur. Pengaturan dilakukan melakukan melalui proses dan diatur
berdasarkan urutan dari fungsi-fungsi manajemen itu.
      Secara etimologis , kata manajemen merupakan terjemahan dari management.
Kata management sendiri berasal dari kata manage atau magiare yang berarti melatih kuda dalam melangkahkan kakinya. Dalam pengertian manajemen, terkandung dua kegiatan ialah kegiatan berpikir (mind) dan kegiatan tingkah laku (action). 
         Pengertian manajemen menurut para pakar manajemen diantaranya:
Harold Koonts dan Cyril O’Donel, manajemen adalahu saha mencapai suatu tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain.
Dengan demikian Manajer mengadakan koordinasi atas sejumlah aktifitas orang lain yang meliputi perencanaan, pengorganisasian,
penempatan, pengarahan, dan pengendalian.
       Sedangkan menurut H. Malayu S.P. Hasibuan, Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Pernyataan tersebut senada dengan pernyataan menurut Prayudi bahwa manajemen adalah pengendalian dan pemanfaatan dari pada semua faktor dan sumber daya yang menurut suatu perencanaan (planning) diperlukan untuk mencapai atau menyelesaikan suatu tujuan kerja tertentu.
            Jadi, manajemen adalah suatu proses yang dilakukan agar suatu usaha dapat berjalan denga baik memerlukan perencanaan,
pemikiran, pengaraha, dan pengaturan serta mempergunakan atau mengikutsertaan semua potensi yang ada baik personal maupun material secara efektif dan efesien.
               Dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah, pembelajaran merupakan aktivitas yang paling utama. Ini berarti bahwa keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan banyak tergantung pada proses pembelajaran yang baik. Pembelajaran ialah membelajarkan siswa menggunakan asas pendidikan maupun teori belajar, yang merupakan penentu utama keberhasilan pendidikan.
      Pembelajaran merupakan proses komunikasi dua arah, mengajar Pembelajaran mengandung arti setiap kegiatan yang dirancang untuk membantu seseorang mempelajari suatu kemampuan dan atau nilai yang baru. Pembelajaran merupakan perbuatan yang kompleks. Artinya, kegiatan pembelajaran melibatkan banyak komponen dan faktor yang perlu dipertimbangkan. Untuk itu perencanaan maupun pelaksanaan kegiatannya membutuhkan pertimbangan-pertimbangan yang arif dan bijak. Seorang guru dituntut untuk bisa menyesuaikan karakteristik siswa, kurikulum yang sedang berlaku, kondisi kultural, fasilitas yang tersedia dengan strategi pembelajaran yang akan disampaikan kepada siswa agar tujuan dapat dicapai. Strategi sangat
penting bagi guru karena sangat berkaitan dengan efektivitas dan efisiensi dalam proses pembelajaran.

2. Tujuan Manajemen pembelajaran

      Tujuan manajemen pendidikan erat sekali dengan tujuan pendidikan secara umum, karen manajemen pendidikan pada hakikatnya merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan secara optimal.
  Apabila dikaitkan dengan pengertian manajemen pendidikan pada hakikatnya merupakan alat mencapai tujuan. Adapun tujuan pendidikan nasional yaitu untuk mengembangkan potensi peserta didik Secara rinci tujuan manajemen pendidikan antara lain:
a) Terwujudnya suasana belajar dan proses pembelajaran yang aktif,inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAIKEM).
b) terciptanya peserta didik yang aktifm engembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia,ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
c) Tercapainya tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.
d) Terbekalinya tenaga pendidikan dengan teori tentang proses dan tugas administrasi pendidikan.
e) Teratasinya masalah mutu pendidikan.

3. Kebijakan tentang manajemen pembelajaran

Kebijakan adalah aturan tertulis yang merupakan keputusan formal organisasi, yang bersifat mengikat, yang mengatur prilaku dengan tujuan untuk menciptakan tata nilai baru dalam masyarakat. Kebijakan akan menjadi rujukan utama para anggota organisasi atau anggota masyarakat dalam berprilaku.
Kebijakan pendidikan di Indonesia berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, diarahkan untuk mencapai hal-hal sebagai berikut:
1.      Mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu tinggi bagi seluruh rakyat Indonesia menuju terciptanya manusia Indonesia berkualitas tinggi dengan peningkatan anggaran pendidikan secara berarti;
2.      Meningkatkan kemampuan akademik dan profesional serta meningkatkan jaminan kesejahteraan tenaga kependidikan sehingga tenaga pendidik mampu berfungsi secara optimal terutama dalam peningkatan pendidikan watak dan budi pekerti agar dapat mengembalikan wibawa lembaga dan tenaga kependidikan;
3.      Melakukan pembaharuan sistem pendidikan termasuk pembaharuan kurikulum, berupa diversifikasi kurikulum untuk melayani keberagaman peserta didik, penyusunan kurikulum yang berlaku nasional dan lokal sesuai dengan kepentingan setempat, serta diversifikasi jenis pendidikan secara professional;
4.      Memberdayakan lembaga pendidikan baik sekolah maupun luar sekolah sebagai pusat pembudayaan nilai, sikap, dan kemampuan, serta meningkatkan partisipasi keluarga dan masyarakat yang didukung oleh sarana dan prasarana memadai;
5.      Melakukan pembaharuan dan pemantapan sistem pendidikan nasional berdasarkan prinsip desentralisasi, otonomi keilmuan dan manajemen;
6.      Meningkatkan kualitas lembaga pendidikan yang diselenggarakan baik oleh masyarakat maupun pemerintah untuk memantapkan sistem pendidikan yang efektif dan efisien dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni;
7.      Mengembangkan kualitas sumber daya manusia sedini mungkin secara terarah, terpadu dan menyeluruh melalui berbagai upaya proaktif dan reaktif oleh seluruh komponen bangsa agar generasi muda dapat berkembang secara optimal disertai dengan hak  dukungan dan lindungan sesuai dengan potensinya;
8.      Meningkatkan penguasaan, pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk teknologi bangsa sendiri dalam dunia usaha, terutama usaha kecil, menengah, dan koperasi

4. Peran guru dalam pengelolaan kelas

Dalam perananya sebagai pengelola kelas (learning manager) guru hendaknya mampu mengelola kelas sebagai lingkungan belajar serta merupakan aspek  dari lingkungan sekolah yang perlu di rganisasi. Lingkungan ini di atur dan di awasi agar kegiatan-kegiatan terarah kepada tujuan-tujuan pendidikan. Pengawasan terhadap  belajar lingkungan itu turut menentukan sejauh mana lingkungan tersebut menjadi lingkungan belajar yang baik. Lingkungan yang baik ialah yang bersifat menantang dan merangsang siswa untuk belajar, memberikan rasa aman dan kepuasan dalam mencapai tujuan.
Kualitas dan kuantitas belajar siswa di dalam kelas bergantung pada banyaknya faktor,antara lain ialah seorang guru,hubungan pribadi antar siswa di dalam kelas,serta kondisi umum dan suasana di dalam kelas.
Sebagai manager guru bertanggung jawab memelihara lingkungan fisik kelasnya agar senantiasa menyenangkan untuk belajar dan mengarahkan atau membimbing proses-proses imtelektual dan social di dalam kelasya, dengan demikian guru tidak hanya memungkinkan siswa bekerja dan belajar tetapi juga mengembangkan kebiasaan bekerja dan belajar secara efektif di kalangan siswa
Tanggung jawab yang lain sebagai manager yang penting bagi guru ialah membimbing pengalaman-pengalaman siswa sehari-hari ke arah self directed behavior. Salah satu menejemen kelas yang baik ialah menyediakan kesempatan bagi siswa untuk sedikit demi sedikit mengurangi kebergantunganya pada guru sehingga mereka mampu membimbing kegiatanya sendiri. Siswa harus belajar self control dan self activity melalui proses bertahap. Sebagai manager guru hendaknya mampu memimpin kegiatan belajar yang efektif serta efisien dengan hasil optimal. Sebagai menejer lingkungan belajar,guru hendaknya mampu mempergunakan pengetahuan tentang teori belajar mengajar dan teori perkembangan sehingga kemungkinan untuk menciptakan situasi belajar mengajar yang menimbulkan kegiatan belajar pada siswa akan mudah di laksanakan dan sekaligus memudahkan pencapaian.
Jika di sebutkan secara terperinci tugas guru sebagai pengelola kelas adalah  melaksanakan administrasi kelas, melaksanakan presensi kelas, memilih strategi dan metode pembelajaran yang efektif.
5. Kode etik guru
Adapun rumusan kode etik guru yang merupakan kerangka pedoman guru dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya itu sesuai dengan hasil kongres PGRI XIII, yang terdiri dari Sembilan item berikut:
·         Guru berbakti membimbing anak didik seutuhnya untuk membentuk manusia pembangunan yang ber-Pancasila.
·         Guru memiliki kejujuran professional dalam menerapkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan anak didik masing-masing
·         Guru mengadakan komunikasi, terutama dalam memperoleh informasi tentang anak didik, tetapi menghindarkan diri dari segala bentuk penyalahgunaan.
·         Guru menciptakan suasana kehidupan sekolah dan memelihara hubungan dengan orang tua murid sebaik-baiknya bagi kepentingan anak didik.
·         Guru memelihara hubungan baik dengan masyarakat di sekitar sekolahnya maupun masyarakat yang lebih luas untuk kepentingan pendidikan.
·         Guru secara sendiri dan/atau bersama-sama berusaha mengembangkan dan meningkatkan mutu profesinya.
·         Guru menciptakan dan memelihara hubungan antarsesama guru baik berdasarkan lingkungan kerja maupun di dalam hubungan keseluruhan.
·         Guru secara bersama-sama memelihara, membina dan meningkatkan mutu organisasi guru professional sebagai sarana pengabdiannya.
·         Guru melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan.


DAFTAR RUJUKAN

Abidin, said zainal. 2006. Kebijakan Publik. Jakarta : suara bebas.
Ditjen PMPTK,Depdiknas, PB PGRI. 2008. Kode Etik Guru dan Dewan kehormatan Guru.
Yamin, Martinis dan Maisarah. 2009. Manajemen Pembelajaran Kelas. jakarta : GP.Press

22 komentar:

  1. Materinya sangat bermanfaat, yg rajin nulis nya ya kak๐Ÿ‘

    BalasHapus
  2. Materinya sangat bermanfaat ๐Ÿ‘

    BalasHapus
  3. Terimakasih kak๐Ÿ™. Materinya bagus sangat bermanfaat

    BalasHapus
  4. Sangat membantu kak, terimakasih ๐Ÿ™

    BalasHapus
  5. Terima kasih kak, materinya bagus sekali

    BalasHapus
  6. trimakasih. materi nya membantu sekali

    BalasHapus
  7. Sangat membantu kak, makasi๐Ÿ™

    BalasHapus
  8. Materi nya bagus dan bermanfaat

    BalasHapus

TUGAS 14 MANAJEMEN KELAS DI SD

Tugas 14 Manajemen Kelas di SD A. Konsep Dasar Hubungan Sekolah Dengan Masyarakat     Secara etimologis hubungan masyarakat dite...